Showing posts with label Database. Show all posts
Showing posts with label Database. Show all posts

September 27, 2014

Pengertian DDL, DML dan DCL

Halo, bertemu lagi dengan saya. Kali ini saya akan membagikan tentang Pengertian DDL, DMA, dan DCL dalam Statemen SQL. Ok, mungkin langsung saja tanpa basa-basi lagi, mari kita ulas aja.
Pengertian DDL, DML dan DCL

jadi, dalam Pernyataan SQL itu dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu DDL, DML dan DCL.

DDL (Data Definition Language)
DDL merupakan perintah-perintah yang biasa digunakan administrator database untuk mendefinisikan skema dan subskema database.
Data Definition Language (DDL) mempunyai fungsi utama untuk mendefinisikan data dalam database secara logika, diantaranya yaitu:
Digunakan untuk mendefinisikan karakteristik dari record (meliputi nama, tipe dan lebar dari field), untuk menentukan kunci field, menyediakan cara untuk menentukan hubungan dengan data di file lain, untuk mengubah struktur dari record, untuk menampilkan struktur dari record. DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel. Perintah yang termasuk DDL:
  • CREATE » untuk membuat, termasuk diantaranya membuat database dan tabel baru.
  • ALTER » untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat.
  • DROP » untuk menghapus database dan tabel.

DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan merupakan perintah-perintah yang memungkinkan pengguna melakukan akses dan manipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat, Data Manipulation Language digunakan untuk memanipulasi database yang telah didefinisikan dengan DDL. Perintah yang termasuk DML:
  • INSERT » untuk menyisipkan atau memasukan dalam tabel.
  • UPDATE » untuk memperbaharui data lama menjadi data terkini.
  • DELETE » untuk menghapus datadari tabel.
  • SELECT » untuk mengambil data atau menampilkan data dari satu tabel atau beberapa tabel.

DCL (Data Control Language)
DCL merupakan merupakan perintah-perintah yang digunakan untuk mengontrol data. Perintah yang termasuk DCL:
  • GRAND » untuk memberikan hak atau izin akses oleh administrator server kepada user.
  • REVOKE » untuk menghilangkan atau mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang pengertian DDL, DML, dan DCL dalam statemen SQL ini. Mungkin Sekiranya ada yang kurang jelas tau ada yang ingin di tanyakan atau mau memberi masukan berupa kritik dan saran silahkan mampir di tab komentar di bawah. Thanks.
Read More

Definisi Database (Basis Data)

Halo, bertemu lagi dengan saya. Kali ini saya akan membagikan tentang Definisi Database dalam Basis Data. Ok, mungkin langsung saja tanpa basa-basi lagi, mari kita ulas aja.
Definisi Database (Basis Data)

Definisi Database itu cukup banyak. Namun Dalam sejumlah sudut pandang, Definisi Database atau Basis Data ini bisa diartikan sebagai berikut.
  • Database adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. 
  • Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersamaan sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 
  • Database adalah kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. 
  • Database adalah kumpulan file/tabel yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan/atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.

Urutan/Jenjang dalam Database:
Definisi Database (Basis Data)

  1. Characters: Merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter Num, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yang membentuk suatu item data.
  2. Field: Menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukan suatu item data, seperti misalnya : nama, alamat, dsb
  3. Record: Kumpulan dari field akan membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file, misalnya: file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.
  4. File: Terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file Mata Kuliah berisi data tentang semua mata kuliah yang ada.
  5. Database: Kumpulan dari file membentuk suatu database.

Akan tetapi, tidak semua penyimpanan secara elektronis dapat dikatakan database. Itu dikarenakan belum tentu data di penyimpanan elektronis tersebut diatur/dipilah/dikelompokan sesuai fungsi atau jenisnya. Karena yang sangat ditonjolkan dalam database adalah pengaturan/pemilahan/pengelompokan data yang akan disimpan sesuai fungsi atau jenisnya.

Tujuan utama dari adanya database atau basis data adalah kemudahan dan kecepatan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa fungsi database adalah untuk memudahkan kita untuk memanfaatkan data yang kita simpan dan mempercepat untuk menemukan data tersebut karena sudah diatur sedemikian rupa.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang Definisi Database dalam Basis Data ini. Mungkin Sekiranya ada yang kurang jelas tau ada yang ingin di tanyakan atau mau memberi masukan berupa kritik dan saran silahkan mampir di tab komentar di bawah. Thanks.
Read More

September 26, 2014

Tentang SMBD

Kali ini saya akan membagikan tentang Pengertian Sistem Managemen Basis Data (SMBD). Ok, mungkin langsung saja tanpa basa-basi lagi, mari kita ulas aja.
Tentang SMBD

Sistem manajemen basis data (DBMS) adalah suatu system atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengolah suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal DBMS adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan system pendukung pelanggan, DBMS telah bekembang menjadi bagian standar dibagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh DBMS adalalah oracle, SQL server 2000/2003,MS Access, MySQL dan sebagainya.

Selain dalam bentuk flat file penyimpanan data dapat dilakukan dengan program bantu seperti spreadsheet.Oleh karena itu dengan menggunakan perangkat lunak ini akan memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.

Pengertian Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMBD)
Sistem manajemen basis data atau DBMS merupakan perangkat lunak yang dapat melakukan utilisasi dan mengola koleksi data dalam jumlah yang besar. DBMS juga di rancang untuk melakukan manipulasi data secara lebih muda. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.

Kelebihan dari DBMS antara lain adalah
  1. Kepraktisan DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.
  2. Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
  3. Mengurangi kejemuan; Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya. Update to date; Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
  4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan data.
  5. Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data.

Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah
  • Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau kelompok dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat menetralkan konflik yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat terjaga.
  • Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam basis data dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol data yang terjaga.
  • Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam komputer.
  • Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.
  • Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam mengolah data.
  • Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang dimasukkan dapat terjadi kerangkapan (redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan proses pembaruan data.
  • Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah sama, maka DBMS mampu mengatur interface yang berbeda dan disesuaikan dengan pemahaman tiap user terhadap basis data menurut kebutuhan.

Fitur Umum DBMS
Beberapa fitur yang secara umum tersedia dalam DBMS yaitu:
  • Keamanan: DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memilki hak akses.
  • Independensi; DBMS menjamin independesi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang mengaksesnya karena struktur datanya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi bukan berdasarkan struktur program. sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah program tidak perlu berubah.
  • Konkruensi/ data sharing; data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa penguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
  • Intregitas; DBMS mengolah file – file data serta relasinya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten.
  • Pemulihan: DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadinya (eror) gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kesalahan perangkat lunak.
  • Kamus/ catalog system: DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau catalog sytem yang menjelaskan deskripsi dari file-file data yang terkandung dalam basis data.
  • Perangkat produktifitas: DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktifitas sehingga memudahkan para penguna untuk menarik manfaat dari data base, misalnya report generator (pembangkit laporan ) query generator (pembangkit query/pencarian informasi).

Komponen DBMS
Komponen-komponen DBMS (Howe,1991) terdiri dari:
  1. Interface, yang didalamnya terdapat bahasa manipulasi data (data manipulation language) Bahasa definisi data (data definition language) untuk skema eksternal, skema konsepsual dan skema internal.
  2. Sistem kontrol basis data (Database Control System) yang mengakses basis data karena adanya perintah dari bahasa manipulasi data. Contoh bahasa menggunakan komponen-komponen tersebut adalah SQL (Structured Query Language). SQL merupakan bahasa standar yang digunakan oleh kebanykan aplikasi-aplikasi DBMS.

Kelemahan-kelemahan DBMS antara lain
  • Biaya Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola basis data tersebut.
  • Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
  • Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.
  • Memerlukan suatu skill tertentu untk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi data yang optimal.
  • Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal memory agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
  • Kebutuhan akan sumber daya resources biasanya cukup tinggi.
  • Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi Karena banyak pengguna bergantung pada sistem ini.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang pengertian Sistem Managemen Basis Data (SMBD) ini. Mungkin Sekiranya ada yang kurang jelas tau ada yang ingin di tanyakan atau mau memberi masukan berupa kritik dan saran silahkan mampir di tab komentar di bawah. Thanks.

Read More