Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

October 13, 2018

Software Edukasi Linux untuk Anak

Aplikasi yang kami bahas biasanya untuk profesional, penggemar, siswa/mahasiswa, dll. yang kebanyakan orang dewasa. Tetapi pada kenyataannya, anak-anak juga menggunakan komputer, dan platform Linux sebenarnya memiliki berbagai software untuk membuat mereka tetap terlibat dan mempelajari berbagai hal.

Software Edukasi Linux untuk Anak
 

Hari ini, kami menghadirkan beberapa software edukasi di Linux untuk anak-anak, yaitu:

  1. Kanagram  
    Kanagram adalah permainan yang bertujuan untuk menyusun beberapa huruf hingga membentuk kosakata yang sesuai. Memiliki fitur GUI yang responsif, beberapa daftar kata, editor daftar kata, petunjuk (hints) dan cheats (yang mengungkapkan kata lengkap).

    Tujuan dari permainan ini adalah untuk menempatkan huruf dalam urutan yang benar untuk membentuk kata-kata yang benar dan tidak ada batasan waktu atau batasan pada jumlah percobaan.

    Untuk meng-install Kanagram pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.
    $ sudo apt-get install kanagram
    
  2. GCompris
    GCompris adalah rangkaian aplikasi luar biasa dengan 100+ aktivitas yang menarik seperti menggambar, aljabar, kuis, latihan membaca, permainan memori, tic-tac-toe, catur, dll.

    GCompris tersedia di platform paling populer, ditargetkan untuk anak-anak antara usia 2 dan 10 tahun, dan tersedia dalam 50 bahasa lebih.

    Untuk meng-install GCompris pada distribusi Linux menggunakan perintah berikut.
    $ wget http://gcompris.net/download/qt/linux/gcompris-qt-0.91-Linux64.sh
    $ chmod u+x gcompris-qt-0.91-Linux64.sh
    $ sudo ./gcompris-qt-0.91-Linux64.sh
  3. Tux Paint
    Tux Paint adalah program menggambar pemenang penghargaan lintas platform yang ditargetkan pada anak-anak antara usia 3 dan 12 dan digunakan di sekolah untuk mengajar anak-anak cara melukis menggunakan perangkat lunak komputer.

    Ini menggabungkan UI sederhana dengan ikon dan teks tebal, efek suara yang menyenangkan, maskot nix interaktif, dll.
    Untuk meng-install Tux Paint pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut:
    $ sudo add-apt-repository ppa:secretlondon/ppa
    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install tuxpaint
  4. ChildsPlay
    ChildsPlay adalah software gratis untuk platform Linux dan Windows yang menampilkan koleksi kegiatan pendidikan untuk anak-anak termasuk alfabet Inggris, ejaan, matematika, Pacman, teka-teki, dll.

    ChildsPlay juga bertujuan untuk mengajarkan koordinasi mata-tangan anak-anak dengan membuat mereka menggunakan mouse dan keyboard. Ini terdiri dari beberapa alat seperti pencatatan data, laporan OpenOffice, pengembangan aktivitas di Python/PyGame, dll dan juga fitur sistem plug-in yang memungkinkan Anda untuk mengelola berbagai permainan agar sesuai dengan preferensi Anda.
    Untuk meng-install ChildsPlay pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.
    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install childsplay
  5. KStars
    KStars
    adalah bagian dari proyek Pendidikan KDE dan merupakan software astronomi dengan simulasi akurat langit malam dari lokasi mana pun di dunia kapan saja.
    Ini termasuk lebih dari 100 juta bintang, komet, asteroid, matahari dan bulan, dll.

    Aplikasi ini sangat cocok untuk guru, siswa, dan astronom amatir, karena berkat daftar fitur canggihnya termasuk editor FOV, tools Attitude vs. Time, tools Sky Calendar, dan tool “What’s up tonight”.
    Untuk meng-install KStars pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.
    $ sudo apt-add-repository ppa:mutlaqja/ppa
    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install indi-full kstars-bleeding
  6. KWordQuiz
    KWordQuiz adalah software flashcard yang bertujuan untuk mempelajari kosakata dan konsep dalam berbagai mata pelajaran lain seperti anatomi, musik, sejarah, dll. File-nya juga dapat Anda unduh secara gratis.

    KWordQuiz menggunakan format file hvtml dan karena itu merupakan versi KDE dari program windows WordQuiz, semua file-nya kompatibel dengan aplikasi.
    Untuk meng-install KWordQuiz di distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.

    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install kwordquiz
    
  7. Celestia
    Celestia adalah aplikasi simulasi 3D real-time gratis dan lintas platform yang memungkinkan Anda memvisualisasikan ruang dengan menjelajahi alam semesta dalam 3 dimensi. Ini memungkinkan Anda melakukan perjalanan di luar galaksi dengan gerakan mulus dengan kemampuan zoom yang sangat baik dan visual komet, bintang, planet, asteroid, dll.

    Apa yang lebih keren dari Celestia yaitu mendukung add-on untuk menambahkan lebih banyak objek ruang ke aplikasi dan berfungsi sebagai planetarium interaktif.
    Untuk meng-install Celestia pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.
    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install celestia
  8. TuxMath
    TuxMath adalah aplikasi yang menyajikan matematika dalam bentuk permainan di mana Anda mengambil peran karakter utama, Tux, yang melindungi planetnya dari masalah matematika yang secara harfiah menghujaninya.

    Tujuan dari TuxMath adalah untuk meningkatkan kelincahan mental siapa pun yang memainkannya dan itulah sebabnya masalah turun lebih cepat setelah setiap level yang Anda lewati - pasti merupakan pilihan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang belajar matematika.
    Untuk meng-install TuxMath pada distribusi berbasis Ubuntu menggunakan perintah berikut.
    $ sudo apt-get update
    $ sudo apt-get install tuxmath
Sebenarnya, ada banyak software edukasi lain yang layak disebutkan, misal. aplikasi GeoGebra yang keren, aplikasi matematika, dan KDE Edu Suite, tetapi mungkin cukup itu saja ya.

Mungkin anda tahu aplikasi lain yang layak untuk ditambahkan ke daftar? Bagian komentar anda di bawah ya.
Read More

December 21, 2017

Tribute to Debian Founder, Ian Murdock

Haloo kawan-kawan, untuk postingan kali ini saya ingin memberikan penghormatan untuk Founder Linux Debian, Yakni Ian Murdock. Karena, dalam keseharian saya juga menggunakan salah satu ditro dari turunan Linux Debian juga. Sebelumnya ada yang tahu Ian Murdock meninggal kapan? dan pada saat itu usianya berapa? Ok, Mungkin langsung saya ya, biar ndak bertele-tele juga.

Sebelumnya, Thanks To Ian Murdock :)

Ian Murdock

Jadi, pada tanggal 28 Desember 2015, dunia perangkat lunak kehilangan salah satu programmer dan software engineers, Ian Murdock. Ian paling terkenal karena pendiri dan pencipta salah satu distro Linux yang paling dihormati sampai saat ini, Linux Debian.

Melalui pembuatan Debian, sistem operasi Linux telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu sistem operasi Linux yang paling solid, andal dan serbaguna untuk server dan desktop.

Debian telah menyediakan dasar bagi banyak sistem operasi berbasis Linux, termasuk sistem Linux terpopuler di dunia, Ubuntu.

Bahkan, sampai saat ini, proyek Debian menghitung lebih dari seribu pengembang resmi tanpa melupakan lebih dari seratus sesekali kontributor dan tidak kurang dari 43 500 paket perangkat lunak. Setiap versi Debian di mana pelepasannya bervariasi berdasarkan tingkat stabilitas dinamai berdasarkan karakter film animasi Toy Story of Pixar - preferensi ini diberikan kepada Mr. Potato Head.

Perkembangan Debian berlanjut sampai sekarang melalui upaya sukarela ribuan pengembang perangkat lunak dan engineer. Sementara Linus Torvalds sering dianggap sebagai kakek Linux, sedangkan Debian juga sama-sama dianggap kakek dari sistem operasi berbasis Linux.

Pekerjaan tak kenal lelah yang diberikan Ian Murdock ke dalam Debian dan proyek lainnya membuatnya mendapatkan penghargaan yang pantas baginya.

Pada bulan Januari 2006, kerja keras Ian membuatnya berperan sebagai Chief Technology Officer (CTO) dengan Free Standards Group, yang akhirnya berkembang menjadi Yayasan Linux. Ian melanjutkan perannya sebagai CTO sampai tahun berikutnya di bulan Maret 2007 dimana dia dipekerjakan di Sun Microsystems untuk memimpin Project Indiana. Saat Sun Microsystems bergabung dengan raksasa software Oracle, Ian mengundurkan diri dari perusahaan.

Dari 2011-2015 Ian dipekerjakan oleh Salesforce Marketing Cloud, sampai pada bulan November 2015 bergabung dengan Docker Inc. Perannya dengan Docker berumur pendek, ketika pada tanggal 30 Desember 2015, Docker mengumumkan kepergiannya yang tragis.

Sementara keadaan spesifik seputar kepergiannya belum diberitakan secara resmi, ada indikasi bahwa Ian Murdock telah bunuh diri. Benar-benar tragis dan sangat menyedihkan bagi keluarga Ian, teman, rekan kerja dan semua komunitas perangkat lunak open source.

Penting untuk mengingat warisan yang ditinggalkan Ian, melalui karyanya sebagai pengembang perangkat lunak dan engineer open source. Lebih khusus lagi, Ian akan selalu diingat untuk pendirian dan penciptaan sistem operasi Linux yang paling dicintai dan dihormati di dunia, Debian. Semoga Anda beristirahat dalam damai Ian Murdock, Anda akan sangat dirindukan.

Sebagai tanda penghormatan kami kepada Ian, hari ini kami menyelesaikan penghormatan kami dengan menerbitkan Debian Manifesto yang ditulis oleh Ian Murdock pada tahun 1994.

A.1 What is Debian Linux?
Debian Linux is a brand-new kind of Linux distribution. Rather than being developed by one isolated individual or group, as other distributions of Linux have been developed in the past, Debian is being developed openly in the spirit of Linux and GNU. The primary purpose of the Debian project is to finally create a distribution that lives up to the Linux name. Debian is being carefully and conscientiously put together and will be maintained and supported with similar care.

It is also an attempt to create a non-commercial distribution that will be able to effectively compete in the commercial market. It will eventually be distributed by The Free Software Foundation on CD-ROM, and The Debian Linux Association will offer the distribution on floppy disk and tape along with printed manuals, technical support and other end-user essentials. All of the above will be available at little more than cost, and the excess will be put toward further development of free software for all users. Such distribution is essential to the success of the Linux operating system in the commercial market, and it must be done by organizations in a position to successfully advance and advocate free software without the pressure of profits or returns.

A.2 Why is Debian being constructed?
Distributions are essential to the future of Linux. Essentially, they eliminate the need for the user to locate, download, compile, install and integrate a fairly large number of essential tools to assemble a working Linux system. Instead, the burden of system construction is placed on the distribution creator, whose work can be shared with thousands of other users. Almost all users of Linux will get their first taste of it through a distribution, and most users will continue to use a distribution for the sake of convenience even after they are familiar with the operating system. Thus, distributions play a very important role indeed.

Despite their obvious importance, distributions have attracted little attention from developers. There is a simple reason for this: they are neither easy nor glamorous to construct and require a great deal of ongoing effort from the creator to keep the distribution bug-free and up-to-date. It is one thing to put together a system from scratch; it is quite another to ensure that the system is easy for others to install, is installable and usable under a wide variety of hardware configurations, contains software that others will find useful, and is updated when the components themselves are improved.

Many distributions have started out as fairly good systems, but as time passes attention to maintaining the distribution becomes a secondary concern. A case-in-point is the Softlanding Linux System (better known as SLS). It is quite possibly the most bug-ridden and badly maintained Linux distribution available; unfortunately, it is also quite possibly the most popular. It is, without question, the distribution that attracts the most attention from the many commercial "distributors" of Linux that have surfaced to capitalize on the growing popularity of the operating system.

This is a bad combination indeed, as most people who obtain Linux from these "distributors" receive a bug-ridden and badly maintained Linux distribution. As if this wasn't bad enough, these "distributors" have a disturbing tendency to misleadingly advertise non-functional or extremely unstable "features" of their product. Combine this with the fact that the buyers will, of course, expect the product to live up to its advertisement and the fact that many may believe it to be a commercial operating system (there is also a tendency not to mention that Linux is free nor that it is distributed under the GNU General Public License). To top it all off, these "distributors" are actually making enough money from their effort to justify buying larger advertisements in more magazines; it is the classic example of unacceptable behavior being rewarded by those who simply do not know any better. Clearly something needs to be done to remedy the situation.

A.3 How will Debian attempt to put an end to these problems?
The Debian design process is open to ensure that the system is of the highest quality and that it reflects the needs of the user community. By involving others with a wide range of abilities and backgrounds, Debian is able to be developed in a modular fashion. Its components are of high quality because those with expertise in a certain area are given the opportunity to construct or maintain the individual components of Debian involving that area. Involving others also ensures that valuable suggestions for improvement can be incorporated into the distribution during its development; thus, a distribution is created based on the needs and wants of the users rather than the needs and wants of the constructor. It is very difficult for one individual or small group to anticipate these needs and wants in advance without direct input from others.

Debian Linux will also be distributed on physical media by the Free Software Foundation and the Debian Linux Association. This provides Debian to users without access to the Internet or FTP and additionally makes products and services such as printed manuals and technical support available to all users of the system. In this way, Debian may be used by many more individuals and organizations than is otherwise possible, the focus will be on providing a first-class product and not on profits or returns, and the margin from the products and services provided may be used to improve the software itself for all users whether they paid to obtain it or not.

The Free Software Foundation plays an extremely important role in the future of Debian. By the simple fact that they will be distributing it, a message is sent to the world that Linux is not a commercial product and that it never should be, but that this does not mean that Linux will never be able to compete commercially. For those of you who disagree, I challenge you to rationalize the success of GNU Emacs and GCC, which are not commercial software but which have had quite an impact on the commercial market regardless of that fact.

The time has come to concentrate on the future of Linux rather than on the destructive goal of enriching oneself at the expense of the entire Linux community and its future. The development and distribution of Debian may not be the answer to the problems that I have outlined in the Manifesto, but I hope that it will at least attract enough attention to these problems to allow them to be solved.
Mungkin cukup sampai sini aja ya, bahasan tentang Founder Debian ini, Ian Murdock. Semoga kau tenang di Alam sana :) jika temen-temen ada yang mau titip salam silahkan isi kolom komenta bawah ya, jangan segan-segan. :D
Read More

November 29, 2017

Distribusi Codename Linux

Haloo temen-temn, bertemu lagi dengan saya, kali ini saya akan membahas beberapa codename yang ada dalam Distribusi Linux. Sebelumnya, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang codename dari rilis terbaru distribusi Linux favorit Anda?

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Linux Mint sudah merilis Linux Mint terbaru mereka, yakni Linux Mint 18 dengan codename Sarah. Sedangkan untuk Linux Ubuntu, mereka sudah menentukan codename untuk versi Linux Ubuntu 18.04 yang akan datang dan diberi codename Bionic Beaver. Dari situs resminya seperti itu.

Pertanyaan tentang codename sebenarnya sangat sepele. Tidak ada bedanya dengan bagaimana fungsi distribusi Linux tertentu. Namun, sebagai pengguna Linux yang penasaran, Anda mungkin ingin mengetahui logika di balik codename dari rilisnya. Sebelumnya, codename adalah bagian integral dari rilis dan tim developer berusaha untuk itu juga, bukan?

Saya akan memberi tahu Anda tentang logika di balik penamaan kode dari beberapa distribusi Linux yang paling populer. Duduk yang tenang, ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan :)

Versi Linux Ubuntu dan codename:
Logo Linux Ubuntu

Salah satu distribusi Linux yang paling populer, Linux Ubuntu mengikuti siklus rilis dua tahunan dengan satu rilis yang akan datang pada bulan April dan bulan Oktober lainnya.

Bulan dan tahun rilis memainkan peran penting dalam versi versi rilis Linux Ubuntu. Rilis Linux Ubuntu memiliki nomor versi dari format XX.YY. XX adalah tahun pelepasan dan YY adalah bulan peluncurannya. Jadi, kita mendapatkan Linux Ubuntu 17.04 di bulan ke 4 (April) di tahun 2017. Dan Linux Ubuntu 17.10 dirilis pada bulan ke 10 (Oktober) di tahun 2017. Paham yaa?

Akan tetapi, dalam sejauh ini, hanya ada satu pengecualian untuk rilis Linux Ubuntu pada bulan April atau Oktober dalam 11 tahun terakhir. Pelepasan Ubuntu 6.04 telah tertunda selama dua bulan dan inilah alasan mengapa diberi nama Ubuntu 6.06, bukan XX.04 atau XX.10 biasa.

[Dalam akun twitter Ubuntu (@ubuntu) "Ubuntu 6.06 adalah satu-satunya rilis yang tertunda dalam 11 tahun terakhir."]

Sekarang masuk ke codename dalam penamaan Linux Ubuntu. Anda mungkin telah memperhatikan bahwa setiap rilis Linux Ubuntu memiliki dua kata codename yang dimulai dengan alfabet yang sama. Sebagai contoh, Ubuntu 14.04 disebut Trusty Tahr (dimulai dengan huruf T).

Kodename Linux Ubuntu memang dibuat dari dua kata, pertama menjadi kata sifat dan yang kedua adalah spesies yang terancam punah (belakangan ini juga mengandung makhluk mitologis seperti Unicorn atau Werewolf). Dalam contoh sebelumnya Trusty adalah kata sifat yang berarti beberapa orang yang bisa dipercaya sementara Tahr adalah binatang dengan beberapa sub-spesies yang dianggap terancam punah.

Jadi, Sudah cukup paham ya tentang Versi dan codename Linux Ubuntu ini. Jika harus diringkas semua rilisnya, maka akan seperti ini:
Versi
Codename
4.10
Warty Warthog
5.04
Hoary Hedgehog
5.10
Breezy Badger
6.06
Dapper Drake
6.10
Edgy Eft
7.04
Feisty Fawn
7.10
Gutsy Gibbon
8.04
Hardy Heron
8.10
Intrepid Ibex
9.04
Jaunty Jackalope
9.10
Karmic Koala
10.04
Lucid Lynx
10.10
Maverick Meerkat
11.04
Natty Narwhal
11.10
Oneiric Ocelot
12.04
Precise Pangolin
12.10
Quantal Quetzal
13.04
Raring Ringtail
13.10
Saucy Salamander
14.04
Trusty Tahr
14.10
Utopic Unicorn
15.04
Vivid Vervet
15.10
Wily Werewolf
16.04
Xenial Xerus
16.10
Yakkety Yak
17.04
Zesty Zapus
17.10
Artful Aardvark
18.04
Bionic Beaver























































Jadi, seperti yang Anda lihat, rilis Linux Ubuntu selalu menggunakan kosa kata bahasa Inggris dan mengenalkan kita pada spesies yang mungkin belum pernah kita dengar :)

Versi Linux Mint dan codename:
Logo Linux Mint

Sepupu jauh dari Ubuntu (jika saya menyebutnya begitu), Linux Mint adalah distribusi Linux populer lainnya. Sekarang, mari kita gali versi dan penamaan codename dari Linux Mint.

Linux Mint berbasis Ubuntu. Jadi, beberapa bulan setelah rilis Ubuntu, rilis Linux Mint muncul berdasarkan rilis Ubuntu tersebut.

Tidak seperti Ubuntu, versi Linux Mint tidak mengikuti bulan dan tahun. Ini hanya inkremental. Jadi, kita punya Linux Mint 15 kemudian Linux Mint 16, Linux Mint 17 dan seterusnya. Ini untuk rilis besarnya. Sedangkan, untuk rilis kecil (analoginya untuk paket layanan di Windows), bertambah dalam angka desimal. Jadi, itu memberi kita Linux Mint 17.1, 17,2 dll.

Itu tentang nomor versi, mari kita bicara tentang codename. Setiap rilis Linux Mint, baik kecil atau besar, memiliki codename. Dan seperti Ubuntu, mereka juga berada dalam urutan alfabetis tambahan.

Satu hal yang lebih menarik tentang codename Linux Mint adalah bahwa nama-nama perempuan ini diakhiri dengan alfabet 'a' dan namanya berasal dari mitologi agama Abraham. seperti memberi nama Linux Mint 17 Qiana dll.

Rangkuman rilis utama adalah urutan alfabetis dari codename sementara huruf kecil membawa tanda awal yang sama namun mengubah namanya. Sebagai contoh, Linux Mint 17.1 adalah Rebecca, 17.2 adalah Rafaela dan 17,3 adalah Rosa.

Untuk meringkas semua rilis Linux Mint sejauh ini, berikut adalah tabelnya:
Codename Linux Mint

Untuk codename Sarah adalah satu-satunya pengecualian dalam daftar yang tidak berakhir dengan 'a'.

Versi ElementaryOS dan codename:
Logo ElementaryOS

Karena kita tadi berbicara tentang Linux Ubuntu dan Linux Mint, mari kita perpanjang keluarga ini dan sertakan Linux ElementaryOS (juga berbasis Linux Ubuntu) dalam diskusi.

Linux ElementaryOS ini juga memiliki nomor versi yang sesuai dengan pola inkremental seperti 0.X. Jadi, rilis stabil pertama Linux ElemntaryOS adalah 0.1 dan kemudian datang 0.2 dan versi stabil saat ini adalah Linux ElementaryOS 0.3.

Sedangkan untuk codenamenya, Linux ElementaryOS ini lebih suka memiliki nama dewa atau dewi mitologis. Biasanya nama-nama ini diambil dari mitologi Romawi/Nordik. Ini memberi kita codename seperti Jupiter, Luna, Freya (ISIS sebelumnya) dan mungkin Loki yang akan datang.

Dan tidak ada batasan abjad di sini.
  • 0.1 — Jupiter
  • 0.2 — Luna
  • 0.3 — Freya
Versi Linux Debian dan codename:
Logo Debian

Mari beralih ke grand daddy-nya dari Linux Ubuntu, Linux Mint dan ElementaryOS. Linux Debian, yang merupakan turunan dari Linux Ubuntu, memiliki sistem penamaan yang sangat aneh. Sebenarnya, Debian sendiri dinamai sebagai pendirinya Ian dan pacarnya Debra. Pendiri Debian Ian Murdock meninggal secara misterius pada tanggal 28 Desember 2015 namun namanya telah diabadikan di Debian.

Nomor versi Debian bersifat incremental. Itu bukan bagian yang menarik. Fakta yang menarik adalah bahwa semua rilis Debian diberi codename dari karakter film Toy Story. Itu menjelaskan mengapa memiliki Debian Jessie atau Debian Woody.

[Dalam twitter "#LinuxFacts: Pelepasan debian diberi nama sesuai karakter Toy Story."]

Berikut adalah tabel untuk sekilas tentang semua rilis Debian dan codename mereka:
Codename Debian

Dan jika Anda pernah menonton film Toy Story yang pertama, Anda mungkin ingat penjahat yang bernama Sid. Anak lingkungan ini adalah perusak mainan. Inilah sebabnya mengapa semua rilis Debian yang tidak stabil diberi codename Debian Sid.

Saya pikir masih banyak karakter dalam seri film Toy Story ini jadi kita seharusnya tidak kehabisan codename untuk rilis Debian di masa depan :)

Versi Linux OpenSUSE dan codename:
Logo OpenSuse

Rilis OpenSUSE yang pertama pada tahun 2005 ini adalah OpenSUSE 10.1. Saya tidak tahu mengapa hal itu dimulai dengan 10 dan mengapa tidak 1. Tapi sejak saat itu, rilis utama meningkatkan nomor versi sebelum desimal sementara rilis kecil meningkatkan nomor versi setelah angka desimal. Sehingga, memberi kita nomor versi seperti OpenSUSE 11.3, 11.4, 12.1, 12.2 dll.

Rilis perdana OpenSUSE tidak memiliki codename. Dengan rilis OpenSUSE 11.2 kita mulai melihat codename.

Tak perlu dikatakan bahwa OpenSUSE memiliki aura hijau dengan itu. Sentuhan kehijauan ini diperluas ke codename juga. Codename OpenSUSE sebenarnya adalah warna hijau yang teduh. Itu menjelaskan codename untuk OpenSUSE seperti Emerald, Teal dll.
  • 11.3 — Teal
  • 11.4 — Celadon
  • 12.1 — Asparagus
  • 12.2 — Mantis
  • 12.3 — Dartmouth
  • 13.1 — Bottle
  • 13.2 — Harlequin
  • Leap 42.1 — Malachite
Sebelumnya, jangan khawatir jika Anda belum pernah mendengar tentang nuansa Green ini. Dan jika Anda berpikir mungkin OpenSUSE akan kehabisan codename di masa depan, saya katakan tetap berfikir positif aja. Karena, jika bisa ada lima puluh warna abu-abu, bukan berarti bisa ada banyak juga warna hijau :)

Sudah yaa :( saya capek ngetiknya. Nanti kapan-kapan kalo sempat saya update lagi deh, ndak apa. Soalnya kalo mau dibahas semua masih ada banyak  macam-macam Distribusi Linux ini. Misalnya Linux Fedora, Backtrack (yang sekarang sudah menjadi Kali Linux), atau turunan-turunan Linux Ubuntu Lainnya, Yakni Lubuntu, Kubuntu, dll. Haduuhh, Pusing kan? ya sama.
 
Jadi bagaimana?
Apa nama codename dari Distribusi Linux anda? Apakah lebih mudah mengingat rilisnya dengan codename daripada nomor versi? Apakah menurut Anda codename sangat dibutuhkan atau tidak sama sekali? Pola codename distribusi Linux mana yang paling Anda sukai? Jangan ragu untuk mengungkapkan pandangannya di kotak komentar di bawah ini yaa. Dan Mungkin jika ada update-tan terbaru akan saya segerakan untuk di update lagi. BYE.
Read More

November 27, 2017

Install Wine Di Linux

Haloo kawan-kawan, kembali lagi dengan saya yang senantiasa membagi tutorial dan berbagai macam hal tentang dunia Open Source. Untuk kali ini, saya akan bercerita dikit tentang apa WIne dan bagaimana cara Install Wine di sistem operasi Linux. Jadi, seperti biasa tanpa basa-basi lagi, mari kita bahas langsung aja ya :)

Install Wine di Linux

Jadi, Wine itu memungkinkan anda untuk menjalankan perangkat lunak Windows pada sistem operasi lain (pada OS Linux misalnya). Dengan Wine, Anda dapat menginstal dan menjalankan aplikasi ini seperti yang Anda lakukan di Windows. Wine memungkinkan pengguna Linux, Mac, FreeBSD, dan Solaris menjalankan aplikasi Windows tanpa salinan Microsoft Windows. Dan Wine juga merupakan perangkat lunak bebas (free) yang dikembangkan secara konstan. Platform lain mungkin akan menguntungkan juga.

Features:
Binary Compatibility:
  • Loads Windows 9x/NT/2000/XP/Vista/7/8/10, Windows 3.x and DOS programs and libraries
  • Win32 compatible memory layout, exception handling, threads and processes
  • Designed for POSIX compatible operatings systems (eg. Linux, macOS and FreeBSD) and Android
  • "bug-for-bug" compatibility with Windows
Graphics:
  • X11-based graphics allows remote display to any X terminal
  • macOS and Android based graphics support
  • X11, TrueType (.ttf/.ttc) and Windows Bitmap (.fon) Fonts
  • Support for DirectX based games and applications (Direct3D support up to DX11)
  • Support for OpenGL based games and applications
  • Printing via PostScript driver to the host printing system (usually CUPS)
  • Enhanced Metafile (EMF) and Windows Metafile (WMF) driver
  • Desktop-in-a-box or mixable windows
  • Windows MultiMedia (WinMM) layer support with builtin codecs
Allows Windows program to interface with:
  • Sound devices via ALSA, OSS, PulseAudio, Core Audio, etc.
  • Multi-lingual keyboards and CJK input method support via XIM
  • Modems, serial devices
  • Networks (TCP/IP and IPX)
  • ASPI Scanners
  • Windows Tablets via XInput (eg. Wacom)
API Coverage and Portability:
  • Designed for source and binary compatibility with Win32 code
  • Win32 API test suite to ensure compatibility
  • Compilable on a wide range of C compilers
  • Permits mixing of Win32 and POSIX code
  • Permits mixing of ELF (.so) and PE (.dll/.exe) binaries in one address space
  • Win32 compatible header files
  • Automatically generated API documentation
  • Resource compiler
  • Message compiler
  • IDL compiler
  • Extensive Unicode support
  • Internationalization -- Wine supports 16 languages
  • Built-in debugger and configurable trace messages
  • External memory checker support using Valgrind
  • Sample programs
Untuk Install Wine melalui Repositori Resmi di semua sistem operasi Linux. Silahkan buka Terminal terlebih dahulu (Tekan Ctrl + Alt + T) dan salin perintah berikut di Terminal:
Terminal Commands:
#apt-add-repository 'https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/'
#wget -nc https://dl.winehq.org/wine-builds/Release.key
#apt-key add Release.key
#apt-get update
#apt-get install --install-recommends winehq-stable
atau bisa juga dengan perintah:
#apt-get install wine















NB: Perhatikan Juga tanda # (tagar) di awal yang menandakan bahwa itu sudah masuk ke super user, klo $ (logo dollar) berarti masih jadi user biasa.

Mungkin cukup sekian penjelasan dari saya tentang bagaimana Install Wine di Sistem Operasi Linux ini. Semoga penjelasan dari saya dapat bermanfaat bagi pengguna Linux baru maupun lama yang masih kangen menggunakan software dari microsoft atau Windows. :D ciyee gagal move on. Kalo ada pertanyaan lain atau request artikel bisa juga, silahkan mampir ke tab komentar dibawah ya. udah ya. Sampai Jumpa di artikel berikutnya :D. Byee.
Read More

September 18, 2017

Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Selamat malam, sobat. Kali ini saya akan membahas Menu Boot pada GNU/Linux Debian yang sempat terputus pada postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama. Mungkin langsung saja saya apa saja Menu Boot pada GNU/Linux Debian dan mungkin hampir semua sistem operasi GNU/Linux ada menu-menu ini waktu proses installasinya ini.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Menu-menu boot pemasangan pada GNU/Linux Debian tersebut adalah:
1. Graphical Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis. Setelah di-booting, program pemasang akan memandu kita selangkah demi selangkah secara berurutan.

2. Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka teks (newt). Fungsionalitas dari pemasang berbasis teks ini pada dasarnya sama dengan pemasang grafis, karena pada dasarnya keduanya menggunakan program yang sama, namun dengan frontend yang berbeda.

3. Advanced options
Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Opsi-opsi lanjutan pada pemasangan GNU/Linux Debian tersebut adalah:
a. Graphical expert install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka grafis. Mode ahli ini memberikan kendali yang lebih lengkap atas pemasang Debian. Dalam mode ahli ini kita akan langsung dihadapkan pada menu utama dari pemasang Debian yang harus kita pilih sendiri setiap menu dalam proses pemasangan satu per satu. Jika kita ingin mengonfigurasi jaringan dengan alamat IP statis, memilih sendiri kernel yang akan kita pasang atau ingin menggunakan LILO sebagai bootloader sistem, maka kita disarankan untuk menggunakan mode ahli ini.

b. Graphical rescue mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka grafis. Mode perbaikan ini dapat kita gunakan untuk memperbaiki sistem Debian ketika terjadi kerusakan, seperti gagal booting setelah dilakukan peningkatan dan lain-lain.

c. Graphical automated install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka grafis. Mode otomatis ini dapat memasang dengan lengkap sistem Debian secara otomatis menggunakan metode “preseeding”.

d. Expert install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan antarmuka teks (newt).

e. Rescue mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan antarmuka teks (newt).

f. Automated install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan antarmuka teks (newt).

g. Speech-enabled advanced options
Menu ini akan menampilkan menu opsi-opsi lanjutan dari pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Opsi-opsi lanjutan pada speech-enable advanced options tersebut adalah:
i. Expert speech install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode ahli dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

ii. Rescue speech mode
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode penyelamatan atau perbaikan dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

iii. Automated speech install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dalam mode otomatis dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

4. Install with speech synthesis
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Sistem live Debian juga dapat kita gunakan sebagai media pemasangan sistem operasi Debian. Namun jika kita menggunakan sistem live Debian tersebut, maka kita akan menemukan menu pemasang Debian yang tidak selengkap menu pada CD pemasang Debian standar.
Menu Boot pada GNU/Linux Debian

Menu-menu pemasang GNU/Linux Debian pada CD Live tersebut adalah:
1. Graphical Debian Installer
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka grafis.

2. Install
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan antarmuka teks (newt).

3. Debian Installer with Speech Synthesis
Masukan menu ini jika dipilih akan memulai pemasang Debian dengan dukungan sintesis berbicara aktif.

Mungkin cukup itulah beberapa penjelasan tentang Menu Boot pada GNU/Linux Debian ini. jangan lupa untuk membaca postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama dan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua ini ya. Dan mari membuat Indonesia menuju open source yang lebih baik. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.

Read More

September 10, 2017

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selamat malam, sobat. Kali ini saya akan melanjutkan postingan sebelumnya yang Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama yang sempat tertunda kemarin. Mungkin langsung saja saya mulai langkah-langkah untuk Installasi GNU/Linux Debian bagian kedua ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

9. Mengatur pengguna dan kata sandi
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengatur pengguna dan kata sandi. Dalam langkah ini, kita akan menetapkan dua hal. Yang pertama adalah menetapkan kata sandi untuk akun root. Akun root ini merupakan akun yang memiliki hak istimewa dalam sebuah sistem Unix atau mirip Unix (Unix-like). Akun ini memberi kita kemampuan untuk melakukan semua aspek administrasi sistem, termasuk menambahkan akun pengguna, mengubah kata sandi pengguna, memeriksa berkas catatan, memasang perangkat lunak dan lain-lain. Seorang pengguna jahat atau tidak terpercaya dengan akses “root” dapat menyebabkan bencana bagi sistem, sehingga kita harus berhati-hati dengan cara memilih kata sandi yang tidak mudah ditebak. Kata sandi tersebut juga tidak boleh berupa kata yang dapat ditemukan dalam kamus atau kata yang dapat dengan mudah dihubungkan dengan diri kita. Sebuah kata sandi yang baik akan berisi sebuah percampuran dari huruf, angka dan tanda baca serta selalu diganti secara teratur.

Akun root ini tidak boleh memiliki kata sandi kosong. Jika dalam kolom masukan kata sandi ini kita biarkan kosong, maka akun root akan dimatikan atau dinonaktifkan dan akun pengguna pertama sistem akan diberikan kemampuan untuk melakukan kegiatan administrasi sistem menggunakan perintah “sudo”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Hal selanjutnya adalah membuat akun pengguna biasa. Akun pengguna ini akan digunakan untuk melakukan aktivitas non-administratif. Untuk membuat akun ini, hal pertama yang dilakukan adalah menetapkan nama lengkap atau nama asli dari pengguna.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Kemudian kita dapat menetapkan nama dan kata sandi untuk akun pengguna tersebut.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

10. Mengonfigurasi jam
Langkah selanjutnya adalah memilih zona waktu sesuai dengan kota tempat tinggal kita saat ini. Jika zona waktu yang diinginkan tidak terdaftar dalam senarai, kita dapat kembali mengulangi langkah pemilihan bahasa atau “Choose language” dan memilih negara yang menggunakan zona waktu yang kita inginkan tersebut.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

11. Mempartisi diska dan memilih titik kait
Langkah selanjutnya setelah konfigurasi jam adalah mempartisi diska. Langkah ini merupakan langkah yang cukup merepotkan dan berisiko terutama bagi para pengguna pemula, karena jika kurang hati-hati hanya dengan sedikit kesalahan data-data yang tersimpan di dalam diska dapat terhapus seluruhnya. Oleh karena itu, sangat disarankan agar melakukan pencadangan data terlebih dahulu untuk menghindari risiko kehilangan data tersebut.

Pembuatan partisi ini terdiri atas beberapa langkah. Saat memasuki langkah ini, secara otomatis pemasang Debian akan mendeteksi diska keras yang terpasang di komputer. Selanjutnya kita dapat membuat partisi diska, membuat sistem berkas, menetapkan titik kait dan secara opsional mengonfigurasi opsi-opsi yang terkait erat dengan pembuatan partisi seperti RAID, LVM atau perangkat terenkripsi. Perkakas pemartisi yang digunakan dalam pemasang Debian ini merupakan perkakas yang serbaguna. Perkakas tersebut memungkinkan kita untuk membuat banyak skema partisi yang berbeda, yaitu dengan menggunakan berbagai tabel partisi, sistem berkas dan peranti blok tingkat lanjut.

Pertama kali kita memasuki bagian dari menu pemartisi ini, kita akan diberikan kesempatan untuk mempartisi keseluruhan diska atau ruang kosong yang tersedia di dalam diska secara otomatis (pemartisian terpandu). Jika kita tidak ingin membuat partisi secara otomatis, kita dapat memilih opsi manual yang terdapat di dalam menu.

Untuk pembuatan partisi ini, maka Blog Dika akan mengulasnya satu-satu bagian dalam partisi GNU/Linux Debian dan sejenisnya (intinya hampir sama) pada artikel Pengertian Bagian dari Partisi GNU/Linux selanjutnya. Mungkin langsung saja untuk mempersingkat postingan ini, saya mencontohkan permbuatan partisi seperti ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selanjtnya kita dapat langsung memilih “Finish partitioning and write changes to disk” yang terdapat di dalam menu. Dan kita pilih “Yes” untuk mengonfirmasi penerapan perubahan tabel partisi pada diska.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah perubahan tabel partisi ditulis ke diska, maka pemasang Debian akan melakukan pemformatan sistem berkas pada partisi-partisi yang telah ditandai untuk diformat.

12. Memasang sistem dasar
Setelah proses pemartisian selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasang sistem dasar Debian. Pada saat ini, pemasang Debian akan memasang paket-paket dasar sistem Debian, seperti paket kernel Linux, perkakas manajemen paket (dpkg dan apt), utilitas inti GNU (coreutils) dan lain-lain. Pemasangan sistem dasar ini akan membutuhkan waktu selama beberapa menit (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan).
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih kernel yang akan dipasang dan penggerak (driver) yang akan dimuat ke dalam berkas citra “initrd”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

13. Mengonfigurasi manajer paket (apt)
Setelah proses pemasangan sistem dasar Debian selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi perkakas manajer paket, yang dalam hal ini adalah perkakas apt. Langkah ini dimulai dengan pemindaian terhadap media CD atau DVD pemasangan oleh pemasang Debian. Jika pemindaian telah berhasil dilaksanakan, maka pemasang Debian akan mendaftarkan media CD pemasangan tersebut sebagai sumber arsip paket Debian yang akan digunakan di dalam proses pemasangan. Setelah itu kita akan ditanya apakah kita ingin memindai media CD yang lain atau tidak.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah itu kita juga akan ditanya apakah kita ingin menggunakan cermin jaringan (cermin arsip paket Debian) atau tidak. Cermin jaringan ini menyediakan paket perangkat lunak yang lebih lengkap dan versi paket yang lebih baru dibandingkan dengan CD pemasangan. Jika kita memiliki sambungan jaringan internet yang bagus, maka akan sangat disarankan untuk menggunakan cermin jaringan ini. Namun jika tidak, maka dengan CD pemasangan saja sebenarnya sudah mencukupi untuk digunakan dalam pemasangan sistem operasi Debian ini terutama jika kita menggunakan media pemasangan berupa media DVD.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan, maka kita akan diminta untuk memilih cermin arsip paket Debian yang ingin kita gunakan. Dalam penentuan cermin ini, kita sebaiknya memilih cermin yang kita ketahui memiliki sambungan jaringan internet yang terbaik dengan diri kita. Namun jika kita tidak mengetahui perihal cermin tersebut, maka kita dapat memilih cermin yang terletak di dalam negara tempat kita tinggal saat ini.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Setelah kita memilih cermin jaringan maka pemasang debian akan mengunduh berkas senarai paket yang berasal dari cermin secara otomatis untuk memperbaharui senarai paket yang dapat dikenali oleh perangkat manajer paket (apt).

Jika kita memasang menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layanan pemutakhiran untuk rilis Debian, dan layanan perangkat lunak backport. Layanan pemutakhiran tersebut adalah pemutakhiran keamanan dan pemutakhiran rilis.

Pemutakhiran keamanan ini akan membantu menjaga sistem kita tetap aman dari berbagai serangan. Pemutakhiran rilis menyediakan versi perangkat lunak yang lebih baru yang berubah relatif sering dan jika kita tidak memiliki versi terbaru dari perangkat lunak tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kegunaan dari perangkat lunak. Selain itu pemutakhiran ini juga menyediakan perbaikan-perbaikan regresi. Sedangkan perangkat lunak backport merupakan perangkat lunak yang diambil dari versi pengembangan agar dapat bekerja dengan rilis walaupun belum dilakukan pengujian secara lengkap, termasuk beberapa aplikasi dengan versi yang lebih baru yang mungkin menyediakan fitur-fitur yang berguna.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

14. Mengonfigurasi sayembara popularitas paket Debian
Sayembara popularitas paket Debian atau Debian Popularity Contest ini merupakan sebuah proyek yang dibuat untuk memetakan penggunaan paket Debian. Proyek ini mendapatkan informasi penggunaan paket dalam bentuk data statistik dari para pengguna secara anonim menggunakan perkakas “popularity-contest”. Perkakas ini akan dijalankan sekali dalam seminggu dan akan mengirimkan informasi tersebut kepada para pengembang Debian. Proyek ini kemudian dapat menggunakan informasi ini untuk mengetahui kepentingan dari masing-masing paket, yang akan mempengaruhi prioritas yang akan diberikan kepada paket-paket tersebut. Secara khusus, paket terpopuler akan disertakan di dalam CD pemasangan Debian, sehingga dapat memudahkan pengguna yang tidak ingin mengunduh atau membeli satu set CD pemasangan secara lengkap dalam mengakses paket tersebut.

Perkakas popurarity-contest ini hanya akan diaktifkan jika pengguna menginginkannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati kerahasiaan penggunaan pengguna. Di dalam proses pemasangan sistem operasi Debian ini, kita dapat memilih untuk ikut serta berpartisipasi dalam sayembara popularitas ini atau tidak.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

15. Memilih dan memasang perangkat lunak
Sampai dengan saat kita memulai langkah ini, hanya perangkat lunak inti sistem yang baru terpasang. Untuk menyesuaikan sistem menjadi yang kita butuhkan, kita dapat memilih untuk memasang sejumlah perangkat lunak tambahan yang telah dikelompokkan dalam beberapa kelompok perangkat lunak yang telah ditetapkan. Sebagai contoh di dalam panduan ini, kita akan memilih memasang lingkungan desktop Xfce, peladen cetak, dan utilitas sistem standar.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selanjutnya pemasang Debian akan memasang paket-paket yang termasuk dalam kelompok perangkat lunak yang telah kita pilih. Pemasangan perangkat lunak ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama (bergantung pada spesifikasi perangkat keras yang kita gunakan, jumlah perangkat lunak yang akan dipasang dan seberapa baik sambungan jaringan internet yang kita gunakan jika kita memilih untuk menggunakan cermin jaringan).
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

16. Memasang bootloader
Setelah proses pemasangan perangkat lunak tambahan kita lakukan, maka kita dapat melakukan langkah yang terakhir yaitu memasang bootlader pada diska. Bootloader ini merupakan sebuah program yang digunakan untuk memuat dan memulai sistem operasi. Program ini akan memuat kernel sistem operasi ke dalam memori dan mengeksekusinya. Program ini juga menawarkan sebuah menu yang memungkinkan pengguna untuk memilih kernel untuk memuat sistem operasi atau memilih sistem operasi yang akan di-booting.

Program bootloader baku yang digunakan sistem operasi Debian adalah GRUB (GRand Unified Bootloader). Program ini dapat bekerja dengan sebagian besar sistem berkas, mudah dikonfigurasi dan mendukung banyak sistem operasi. Sebelum bootloader dipasang, pemasang Debian akan mencoba untuk memeriksa sistem operasi lain yang telah terpasang pada mesin. Jika menemukan sistem operasi yang didukung, maka bootloader akan dikonfigurasi untuk dapat melakukan booting sistem operasi lain ini di samping Debian. Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode booting UEFI, maka bootloader akan dipasang secara otomatis pada partisi ESP (EFI System Partition). Namun jika kita memasang dalam mode BIOS lawas, maka kita dapat memilih untuk memasang bootloader pada sektor mbr (master boot record) atau pada partisi lain (seperti partisi root atau partisi /boot sistem operasi). Pemasangan bootloader pada mbr ini perlu dilakukan jika kita ingin menjadikan komputer hanya akan berisi satu sistem operasi saja atau jika kita ingin menjadikan bootloader sistem operasi Debian ini sebagai bootloader baku (jika multi-booting). Selain itu kita juga dapat memilih peranti atau kandar yang akan menjadi target pemasangan bootloader.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Jika kita memasang sistem operasi Debian dalam mode BIOS lawas dengan menggunakan pemasang Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih untuk memasang LILO sebagai bootloader sistem kita.

17. Menyelesaikan pemasangan
Setelah bootloader telah selesai dan berhasil dipasang, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa kita telah berhasil menyelesaikan proses pemasangan sistem operasi Debian ini. Maka langkah selanjutnya adalah kita dapat menghidupkan atau mem-booting ulang komputer kita untuk mem-booting sistem operasi Debian kita yang baru. Dan jangan lupa untuk melepaskan media pemasangan yang sebelumnya kita gunakan.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Akhir kata, selamat! Kita telah berhasil memasang sistem Debian 9 “Stretch” pada komputer. Kini kita dapat memulai untuk belajar dan bekerja menggunakan salah satu sistem operasi terbaik di dunia yang ada saat ini “Debian GNU/Linux”.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua

Akhirnya, selesai juga beberapa tahapan untuk Installasi GNU/Linux Debian - Bagian kedua ini. Sebelumnya mohon maaf, updatetannya agak lama juga. Dan jangan lupa untuk membaca postingan sebelumnya Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama sebelum membaca postingan ini ya. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.
Read More

September 04, 2017

Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama

Selamat malam, sobat. Berhubung saya susah tidur, jadi saya sempetin aja buat nulis blog ini. Kali ini saya akan membahas bagaimana Installasi GNU/Linux Debian (maaf ya, saya bagi 2 tahap karena agak panjang). Mungkin langsung saja saya mulai langkah-langkah untuk Installasi GNU/Linux Debian bagian pertama ini.
Intallasi GNU/Linux Debian

Setelah kita mengetahui tahapan Persiapan Installasi GNU/Linux Debian, kini kita telah dapat memulai Installasi sistem operasi Debian GNU/Linux. Di dalam tahapan installasi ini, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah-langkah tersebut adalah:
  1. Menyalakan komputer.
  2. Memasang media installasi yang telah disiapkan ke komputer.
  3. Mengarahkan komputer agar mem-booting media installasi.
  4. Untuk dapat mengarahkan komputer agar membooting dari media installasi, kita dapat membuka menu pemilihan media booting yang dimiliki oleh firmware sistem dan memilih nama media pemasangan yang kita ingin gunakan yang tercantum dalam menu tersebut. Untuk membuka menu tersebut kita dapat menekan tombol “Esc”, “F12”, “F11” atau tombol lain yang ditentukan oleh pihak pabrikan. Untuk perangkat komputer yang menggunakan firmware sistem UEFI, biasanya akan ada keterangan tambahan UEFI pada menu pemilihan media booting. Jika kita ingin mem-booting media installasi dalam mode UEFI, kita dapat memilih nama media installasi yang terdapat keterangan tentang UEFI pada menu. Seperti pada gambar yang terlihat di bawah ini.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Namun jika sebelumnya kita telah menentukan prioritas media booting ke jenis media pema- sangan yang kita gunakan pada menu pengaturan firmware sistem, maka langkah untuk meng- arahkan atau memilih media booting ini dapat kita lewati.
  5. Menjalankan sistem installasi GNU/Linux Debian.
  6. Setelah media installasi kita pilih, komputer akan memulai mem-booting sistem installasi Debian. Saat pemasang tersebut booting, kita akan ditunjukkan dengan sebuah menu tampilan yang berisi beberapa masukan yang dapat dipilih untuk memulai sistem installasi Debian GNU/Linux dalam berbagai mode. Menu ini sebenarnya adalah tampilan menu dari program bootloader yang digunakan oleh sistem installasi. Di dalam sistem installasi yang ditujukan untuk arsitektur x86 dan x86-64, kita akan menemui dua program bootloader yang berbeda yang masing-masing dari keduanya ditujukan untuk mendukung berbagai mode booting dari sistem komputer. Untuk mendukung booting dalam mode UEFI, sistem installasi Debian menggunakan GRUB2 sebagai bootloader. Sedangkan untuk mendukung booting dalam komputer yang menggunakan firmware sistem BIOS atau mode BIOS lawas, sistem Installasi Debian menggunakan bootloader ISOLINUX. Seperti pada gambar dibawah, dengan menggunakan mode UEFI.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Berikut penjelasan tentang Menu Boot pada GNU/Linux Debian diatas. Karena saya hanya akan membahas installasi Debian dalam mode standar atau normal dengan antarmuka grafis saja, maka menu-menu diatas tidak akan saya ulas installasinya. Oleh karena itu, untuk memulai installasi, kita pilih saja menu Graphical Install. Jika teman-teman pembaca ingin menggunakan mode lain, maka bisa menggunakan panduan yang disediakan oleh pihak lain.
  7. Memilih Perlokalan.
  8. Langkah pertama yang harus dilakukan setelah sistem installasi Debian kita jalankan adalah memilih pelokalan. Dalam tahapan ini, kita akan diminta untuk memilih bahasa yang ingin kita gunakan dan lokasi atau negara tempat kita tinggal saat ini. Dalam memilih bahasa ini, sebaiknya kita memilih bahasa yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari atau jika tidak, bahasa tersebut merupakan bahasa yang sudah kita kuasai (minimal secara pasif). Bahasa yang kita pilih tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahasa pengantar selama proses installasi dan sebagai bahasa baku yang akan digunakan di dalam sistem yang terpasang.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Bahasa baku yang digunakan oleh sistem installasi adalah bahasa Inggris, tapi disini saya akan menggunakan bahasa Indonesia. Untuk sistem installasi Debian 9 ini mendukung sekitar 75 bahasa, namun hanya 21 bahasa yang menyediakan terjemahan secara lengkap. Selanjutnya tinggal di-yes dan lanjutkan.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Selanjutnya kita akan diminta memilih lokasi atau negara yang kita tinggali saat ini. Lokasi yang kita pilih ini akan digunakan untuk mengatur zona waktu kita dan juga dapat membantu kita dalam memilih pelokalan sistem.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika ternyata kombinasi pemilihan bahasa dan lokasi atau negara yang kita pilih tidak dapat didefinisikan oleh pelokalan sistem yang terdapat dalam senarai pelokalan, maka kita akan diminta untuk memilih pelokalan yang kita inginkan yang tersedia untuk bahasa yang kita pilih tersebut. Sebagai contoh, jika kita memilih bahasa Inggris sebagai bahasa untuk sistem installasi dan sebagai bahasa baku untuk sistem terpasang serta lokasi Indonesia, maka kita tidak akan dapat menemui pelokalan “en_ID” di dalam senarai pelokalan. Oleh karena itu sebagai gantinya kita dapat memilih pelokalan “en_US.UTF-8” untuk sistem kita.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika kita mem-install menggunakan installer Debian dalam mode ahli, maka kita dimungkinkan untuk memilih pelokalan tambahan untuk sistem.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  9. Konfigurasi Keyboard.
  10. Langkah selanjutnya adalah, kita memilih tata letak papan ketik yang kita inginkan. Sebagai contoh, kita akan memilih tata letak “American English”.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  11. Mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen installasi Debian.
  12. Setelah melakukan konfigurasi papan ketik, proses selanjutnya adalah mendeteksi dan mengaitkan CD-ROM serta memuat komponen installasi Debian dari CD.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Jika kita memasang menggunakan mode normal, maka proses-proses tersebut akan dilakukan secara otomatis oleh installer Debian. Namun jika kita menggunakan mode ahli, kita juga dapat memilih komponen-komponen installer Debian tambahan yang mungkin menarik bagi kita sebagai pengguna agar dapat ikut dimuat.
    Intallasi GNU/Linux Debian
  13. Mengonfigurasi jaringan.
  14. Langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi jaringan. Saat kita memasuki langkah ini, installer Debian akan mendeteksi perangkat jaringan yang terdapat di dalam komputer. Jika di dalam komputer terdeteksi lebih dari satu perangkat jaringan, maka kita akan diminta memilih salah satu dari perangkat tersebut menjadi antarmuka jaringan utama yang akan digunakan selama installasi. Secara baku, installer Debian akan mencoba mengonfigurasi jaringan komputer secara otomatis sejauh mungkin. Jika konfigurasi otomatis gagal, kita akan ditanya apakah ingin mencoba lagi konfigurasi otomatis, melakukan pengaturan manual atau memilih untuk tidak melakukan konfigurasi. Kegagalan konfigurasi otomatis tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kabel jaringan yang tidak terpasang hingga infrastruktur yang hilang untuk konfigurasi otomatis. Dalam konfigurasi jaringan ini, kita juga akan diminta untuk menetapkan nama komputer (hostname) dan nama domain dari komputer kita.
    Intallasi GNU/Linux Debian
    Selanjutnya mengkonfigurasi nama domain.
    Intallasi GNU/Linux Debian

Nah, itulah beberapa tahapan untuk Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Pertama ini. Sebelumnya mohon maaf, berhubung saya sudah ngantuk dan artikel ini sepertinya juga panjang jadi saya bagi ke dalam 2 postingan saja. jangan lupa untuk melanjutkan membaca postingan Installasi GNU/Linux Debian - Bagian Kedua ini ya. Saya tunggu saran, kritik dan masukan di kolom komentar dibawah ini.
Read More